Pengertian Hub Beserta Fungsi dan Cara Kerja Hub (Lengkap) - EtalaseMedia.com
Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Pengertian Hub Beserta Fungsi dan Cara Kerja Hub (Lengkap)

Ada kalanya kita ingin saling bertukar data antar masing-masing komputer. Tentu saja ada berbagai cara untuk memindahkan data. Mulai dari yang paling sederhana hingga yang paling efektif.

Pengertian Hub Beserta Fungsi dan Cara Kerja Hub (Lengkap)

Untuk itu, kita sering menggunakan perangkat yang dapat menerima data dari satu komputer dan mentransfernya ke komputer lain. Perangkat ini disebut hub atau sering lebih dikenal sebagai hub jaringan. Pada artikel kali ini kita akan membahas pengertian hub beserta fungsi dan fungsinya.

Pengertian HUB

Hub jaringan atau lebih dikenal dengan istilah “network hub” adalah alat yang berfungsi untuk menghubungkan satu komputer dengan komputer lainnya dalam suatu sistem jaringan. Komputer yang terhubung ke situs ini dapat bertukar informasi. Namun tidak hanya komputer, semua perangkat yang berhubungan dengan komputer dapat terhubung ke fasilitas ini.

Secara keseluruhan, hub ini memiliki banyak port ethernet. Semua perangkat yang terhubung ke port ini akan terhubung ke jaringan LAN, yang juga dapat berkomunikasi antar perangkat untuk meningkatkan efisiensi dan efisiensi masing-masing perangkat.

Hub memiliki sistem kerja yang mirip dengan switch. Hanya jika di switch, maka transfer data akan ditransfer ke port tertentu (port yang menjadi tujuan). Sedangkan di hub, data yang diterima akan dikirim ke semua perangkat yang terhubung ke port tersebut. Jadi dalam hal ini hub tidak memfilter atau memindahkan jaringan lain.

Jadi, jika ada basis dengan 8 port dan ada 5 port yang berfungsi, data yang masuk akan ditransfer ke 5 port yang berfungsi. Ini memastikan bahwa informasi dapat dikirim dengan benar. Namun dari segi keberhasilan tentu kurang baik karena akan memakan jaringan. Jadi, secara umum, orang lebih suka switch daripada hub.

Fungsi HUB

Hub memiliki fungsi yang memungkinkan perangkat yang terhubung untuk bertukar informasi. Dengan demikian komputer yang terhubung dengan fasilitas ini akan dapat bertukar data. Umumnya fasilitas ini digunakan untuk aplikasi jaringan LAN kecil dengan jaringan throughput yang sangat rendah. Secara umum hub sendiri terbagi menjadi 3 jenis yaitu 1) passive hub, 2) active hub, dan 3) smart hub.

Bangunan tidak stabil adalah fasilitas dengan kemampuan untuk menerima dan mengirim data ke dan dari komputer yang terhubung ke fasilitas tersebut. athe wilayah kerja adalah fasilitas yang menerima data dari perangkat yang terhubung, dan kemudian memiliki kemampuan untuk memperkuat data sebelum mengirimnya ke perangkat lain yang terhubung ke hub.

Tipe yang terakhir adalah smart hub, fasilitas dengan beberapa fungsi tambahan. Dengan fungsi tambahan tersebut, hub jenis ini dapat mengontrol dan mengontrol aliran data ke hub.

Bagaimana Hub Bekerja

Hub bekerja dengan menerima data dari perangkat yang terhubung ke portnya dan mengirimkannya ke perangkat lain yang terhubung ke port tersebut. Hub tidak dapat melihat ke mana data sedang dikirim. Dengan demikian hub akan mengirim data ke semua perangkat yang terhubung ke hub, berbeda dengan perangkat yang akan mengirim data ke perangkat yang diminta.

Hal ini membuat pengiriman data melalui hub menjadi tidak efisien karena hub mengirimkan data ke semua port secara bersamaan. Ini akan meningkatkan penggunaan internet. Jadi, seringkali saat kita menggunakan hub, koneksi ke komputer menjadi lambat.

Dalam hal menghubungkan dua komputer, kita hanya perlu menggunakan kabel UTP. Kemudian kedua komputer tersebut dapat digabungkan. Tetapi dalam kasus banyak komputer, misalnya 10 komputer, sekarang kita membutuhkan ruang ini untuk mengirim data dari satu komputer dan mentransfernya ke 9 komputer lain.

Ketika hub menerima paket data dari 1 komputer tersebut, informasi tersebut akan dikirimkan ke 9 komputer lainnya, hanya pada salah satu perangkat yang menjadi tujuan paket data tersebut.

Jadi, ketika hub mengirim data ke semua perangkat yang terhubung, koneksi jaringan akan dibuat kelebihan muatan. Akibatnya, kecepatan akses data ke jaringan akan menurun. Situs ini berfungsi paling baik untuk menghubungkan sejumlah komputer. Namun, ketika lebih banyak komputer yang terhubung, area ini akan menjadi penghalang. Ini adalah saat perangkat seperti sakelar digunakan.

Sekarang sudah paham kan pengertian hub dan fungsinya serta cara kerjanya? Seperti yang telah dijelaskan pada artikel di atas, fasilitas tersebut dapat digunakan untuk menghubungkan beberapa komputer sehingga dapat saling bertukar data. Meski prosesnya beralih dengan cara lama, beberapa orang masih merasa betah menggunakan alat online ini.

Posting Komentar untuk " Pengertian Hub Beserta Fungsi dan Cara Kerja Hub (Lengkap)"